Text
Naskah Publikasi Upaya Pengendalian Aedes spp. Menggunakan Model Positive Deviance Pada Daerah Endemis DBD di Kota Sukabumi
DBD merupakan masalah yang dihadapi masyarakat Kota Sukabumi. Banyak upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak, baik Dinas Kesehatan maupun Pemda setempat namun belum berhasil menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya penerimaan komunitas daerah endemis di Kota Sukabumi terhadap upaya pengendalian Aedes spp. yang diduplikasi dari wilayah positive deviance. Kajian positive deviance dilakukan di lingkungan RW 13 dan 14 Kelurahan Baros serta RW 18 Kelurahan Cisarua yang tidak ada kasus DBD selama tahun 2012. Penggalian substansi positive deviance melalui wawancara dan observasi selama dua bulan. Hasil penggalian diperoleh substansi positive deviance berupa motivasi masyarakat wilayah tersebut dalam upaya mengendalikan vektor penyakit DBD. Subtansi ini diterapkan di daerah perlakuan yaitu RW 11 Kelurahan Baros dengan kontrol RW 15 dan RW 3 Kelurahan Sriwedari dengan kontrol RW 11. Kegiatan intervensi dimulai dengan kegiatan pertemuan warga untuk menggugah kesadaran warga dan bersama mencari solusi untuk pengendalian DBD. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan warga yaitu warga menyadari DBD merupakan masalah bersama, perlu adanya pemeriksaan jentik berkala, adanya sanksi jika dirumahnya ditemukan jentik, mengaktifkan kader jumantik, satgas pemberantasan sarang nyamuk dan lain lain dan kesepakatan kapan mulai dilakukan pemeriksaan jentik berkala. Selama periode intervensi komitmen warga hanya berjalan di RW 3 Kelurahan Sriwedari, sedangkan RW 11 Kelurahan Baros komitmen warga belum berjalan. Upaya pengendalian vektor yang dilakukan sebelum, selama dan sesudah intervensi berupa pengendalian secara budaya, fisik, biologi, kimia, peraturan dan pengendalian secara terpadu. Di kedua kelurahan upaya pengendalian yang paling besar mengalami kenaikan adalah upaya peraturan. Penerimaan masyarakat terhadap penerapan positive deviance di daerah perlakuan kurang dari 50%. Hasil survey jentik yang dilakukan sebelum, selama dan sesudah intervensi menunjukkan indeks entomologi Aedes spp. pada daerah intervensi dan kontrol tidak berbeda nyata (p > 0,05) demikian juga perbedaan indeks entomologi sebelum dan sesudah di daerah perlakuan tidak signifikan (p> 0, 05).
No other version available